Minggu, 11 Maret 2012

Rumah Pintar dari Warga untuk Pendidikan

Kepedulian sosial warga RW 8 kelurahan Palebon Semarang, soal pendidikan merupakan kesadaran yang wajib dimiliki oleh setiap individu bangsa. Rumah Pintar Melati adalah salah satu wujud kepedulian tersebut. Rumah pintar berdiri  tanggal 11 oktober 2011 di resmikan Ketua Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu(SIKIB) dengan misi “Mewujudkan Masyarakat yang Sejahtera melalui Pengetahuan dan Keterampilan”.

Anak merupakan harapan setiap orang tua dan bangsa di masa datang , setiap orang tua pasti berharap anaknya meraih kesuksesan dan dapat berguna bagi keluarga, agama dan bangsa. Kesuksesan anak akan tercapai jika ditunjang dengan pendidikan yang baik, bagi keluarga yang mampu, hal ini bukan masalah yang berat karena mereka pasti sudah mempersiapkan pendidikan untuk anak-anaknya, mulai dari pendidikan usia dini sampai jenjang pendidikan paling tinggi atau universitas. Akan tetapi untuk keluarga yang kurang mampu akankah mereka tidak boleh mempunyai harapan yang sama untuk anak-anak mereka??
Hal inilah yang melatar belakangi berdirinya Rumah Pintar, selain itu pentingnya pendidikan anak usia dini juga ikut mengambil peran besar dalam proses berdirinya Rumah Pintar karena masa usia dini merupakan periode emas, dimana anak akan mengalami perkembangan dan mengenali bermacam-macam fakta di lingkungannya sebagai stimulus terhadap perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif maupun sosialnya.
Rumah Pintar Melati memiliki beberapa sentra kegiatan seperti sentra kriya, bermain, komputer, audiovisual, buku, dan sentra religi. Dan untuk anak usia dini usia 0-7 tahun sentra bermain merupakan sentra yang lebih difokuskan, kegiatannya memberikan pelayanan dan fasilitas kegiatan pos PAUD setiap sabtu sore anak-anak diajarkan tentang tata susila, pengetahuan sederhana, bersosialisasi dan memecahkan masalah  dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Fasilitas yang diberikan berupa ruang bermain yang edukatif, buku-buku pengetahuan yang menarik bagi anak serta taman lalu lintas  yang dapat melengkapi pengetahuan anak tentang tata susila berkendaraan. pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam membangun sumber daya manusia.     
   
Selain itu Rumah Pintar juga mempunyai program sentra kriya untuk ibu-ibu rumah tangga untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan,serta membantu masyarakat dalam bidang teknologi sentra belajar komputer ini untuk semua usia agar masyarakat Palebon Semarang maju dalam bidang teknologi. Rumah Pintar ini sengaja dibangun untuk meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan seluruh masyarakat. Hal ini tentunya patut dicontoh oleh warga daerah lain agar dapat memajukan  masyarakat disekitarnya dan bangsa.
Lanjutkan baca... >>

Role Playing yang Menyenangkan untuk Siswa

Dari presentasi minggu kemarin hal menarik yang saya temukan adalah Metode Role playing yang dipresentasikan oleh kelompok 2, dimana metode Role Playing itu adalah salah satu cara penyampaian bahan ajar melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan sisiwa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh benda hidup atau benda mati, permainan ini biasanya dilakukan lebih dari satu orang hal itu tergantung kepada apa yang diperankan.

 
Kelebihan metode Role Playing melibatkan seluruh siswa berpartisipasi, mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerja sama. Siswa juga dapat belajar menggunakan bahasa dengan baik dan benar. Selain itu, kelebihan metode ini adalah, sebagai berikut:
1) Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.
2) Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.
3) Guru dapat mengevaluasi pengalaman siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.
4) Dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa. Disamping merupakan pengaman yang menyenangkan yang saling untuk dilupakan
5) Sangat menarik bagi siswa, sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias
6) Membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi
7) Dapat menghayati peristiwa yang berlangsung dengan mudah, dan dapat memetik butir-butir hikmah yang terkandung di dalamnya dengan penghayatan siswa sendiri
8) Dimungkinkan dapat meningkatkan kemampuan profesional siswa, dan dapat menumbuhkan / membuka kesempatan bagi lapangan kerja

Akan tetepi selain kelebihan-kelebihan itu metode ini juga mempunyai kelemahan, sama dengan metode-metode yang lain yang mempunyai kelebihan dan kekurangan  Kelemahan dari metode Role playing sebagai berikut:
1. Metode bermain peranan memelrukan waktu yang relatif panjang/banyak
2. Memerlukan kreativitas dan daya kreasi yang tinggi dari pihak guru maupun murid. Dan ini tidak semua guru memilikinya
3. Kebanyakan siswa yang ditunjuk sebagai pemeran merasa malu untuk memerlukan suatu adegan tertentu
4. Apabila pelaksanaan sosiodrama dan bermain pemeran mengalami kegagalan, bukan saja dapat memberi kesan kurang baik, tetapi sekaligus berarti tujuan pengajaran tidak tercapai
5. Tidak semua materi pelajaran dapat disajikan melalui metode ini
Lanjutkan baca... >>

Sabtu, 04 Februari 2012

Teori Belajar, Mengajar, dan Pembelajaran


BELAJAR
Proses balajar menurut Tan (1981: 91) adalah proses yang menunjukkan hubungan yang terus menerus antara respons yang muncul serta rangsangan yang diberikan. Sedangkan menurut Gagne dalam bukunya The Conditions of Learning 1977, belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan.
Dari dua pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang dilakukan oleh seseorang sehingga menimbulkan perubahan tingkah laku yang berbeda antara sesudah belajar dan sebelum belajar.

MACAM-MACAM TEORI BELAJAR
1.      Teori belajar Behaviorisme
Behaviorisme merupakan salah satu pendekatan untuk memahami perilaku individu. Behaviorisme memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar.
Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. Teori kaum behavoris lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar. Belajar artinya perbahan perilaku organise sebagai pengaruh lingkungan. Behaviorisme tidak mau mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional; behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan.
2.      Teori belajar Kognitif
Menurut teori ini,proses belajar akan belajar dengan baik bila materi pelajaran yang beradaptasi (berkesinambungan)secara tepat dan serasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki oleh siswa. Dalam teori ini ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seorang individu melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Proses pembelajaran ini bejalan tidak sepotong – sepotong atau terpisah – pisah melainkan bersambung sambung dan menyeluruh.  Teori belajar kognitif ini guru bukanlah sumber belajar utama dan bukan kepatuhan siswa yang dituntut dalam refleksi atas apa yang diperintahkan dan dilakukan oleh guru. Evaluasi belajar bukan pada hasil tetapi pada kesuksesan siswa dalam mengorganisasi pengalamanya.
3.      Teori belajar Humanistik
Menurut teori humanistik,tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses balajar dianggap berhasil jika si pelajar telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik- baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya bukan dari sudut pandang pengamatnya.
Peran guru dalam teori ini adalah sebagai fasilitator bagi para siswa sedangkan guru memberikan motivasi,kesadaran mengenai makna kehidupan siswa. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran. Siswa berperan sebagai pelaku utama yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri.
4.      Teori belajar Konstruktivisme
Menurut teori ini permasalahan dimunculkan dari pancingan internal, permasalahan muncul dibangun dari pengetahuan yang direkonstruksi sendiri oleh siswa. Teori ini sangat dipercaya bahwa siswa mampu mencari sendiri masalah,menyusun sendiri pengetahuannya melalui kemampuan berpikir dan tantangan yang dihadapinya,menyelesaikan dan membuat konsep mengenai keseluruhan pengalaman realistik dan teori dalam satu bangunan utuh.
5.      Teori belajar Gestalt
Menurut pandangan teori gestalt seseorng memperoleh pengetahuan melaui sensasi atau informasi dengan melihat strukturnya secara menyeluruh kemudian menyusunya kembali dalam struktur yang sederhana sehungga lebih mudah dipahami.

MENGAJAR
Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan mengajar yang mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan usaha mengorganisasikan lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran, sehingga terjadi proses belajar mengajar. William H. Burton merumuskan pengertian mengajar sebagai suatu upaya dalam memberi perangsang, bimbingan, pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar (Chauhan, 1977:4).

PEMBELAJARAN
Pembelajaran adalah cara pengorganisasian peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan kata lain pembelajaran merupakan suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus.

MENURUT SAYA
Saya pribadi sebagai seorang mahasiswi keguruan yang juga merupakan calon guru Sekolah Dasar, berpendapat bahwa semua teori belajar yang saya sebutkan di atas mengandung maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar. Setiap teori belajar pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga kita harus bisa memilih teori ataupun metode mana yang terbaik untuk kita terapkan dalam lingkungan kita mengajar.
Misalnya di daerah A, teori belajar behaviorisme sangat cocok digunakan dalam pembelajaran, tetapi mungkin di daerah B lebih cocok menggunakan teori belajar konstruktivisme. Jadi kita sebagai seorang pendidik harus pandai-pandai memilih dan menganalisa kebutuhan peserta didik, sehingga kita bisa menentukan dengan tepat metode atau teori apa yang dibutuhkan oleh siswa kita.
Lanjutkan baca... >>